Monday, August 16, 2010

Takut!

Kemaren sore [Minggu, 15 Agustus 2010] gue mengikuti misa di Kapel belakang Rumah Sakit Santo Borromeus, Bandung. Ibadah dimulai jam 17.00. Umat pun berdiri sambil bersama-sama menyanyikan lagu pembukaan [termasuk gue].

Di tengah lagu, tiba-tiba kepala gue terasa kayak orang darah rendah yang mendadak berdiri dari posisi jongkok! Bukan vertigo, tapi gue ngerasa keknya darah di kepala gue mengalir turun. Ketika alirannya terasa makin deras, gue ngerasa denyut jantung gue keknya melambat dan gue pun mulai sesak napas. Otak gue berisik banget waktu itu, sibuk memberi komando di berbagai layer...

"Lho? Ini kenapa ini? Lo nggak kena darah rendah ato anemia, kan???"

"Lho! Lho! Lho! Kok ngalirnya makin deres, ya??? Ya Tuhan! Pegangan, Hega! Pegangan yang kuat! Jangan sampe jatoh! Jangan sampe pingsan! Pokoknya jangan ngerepotin orang laen!"

"Tuhan, kuatkan aku... Tuhan, kuatkan aku... Tuhan, kuatkan aku... Tuhan, kuatkan aku... Tuhan, kuatkan aku... Tuhan, kuatkan aku..."

"Do you feel it? Keknya denyutnya melambat nggak, sih? Duuuh, kenapa ini Tuhan?"

"Tuhan, ampuni aku... tapi kalo boleh, jangan panggil aku sekarang..."

"Is this what Daddy felt in the seconds he was about to pass away? Semoga Papa nggak kesakitan ya, Tuhan..."

"Astaga!!! Tarik napas! Tarik napas! Buka mulut! Hirup udara sebanyak mungkin! Lewat hidung doang nggak akan cukup! Tarik napas terus, jangan berenti! Tetep stabil, cek denyut jantung!"

Setelah aliran darah di kepala mulai terasa agak reda dan gue tetep masih bisa bernapas teratur dengan sedikit bantuan mulut, tiba-tiba kuping gue terasa kayak berdenging [tinnitus]. Selama serangan terjadi, gue nggak berani merem karna takut malah jatoh ato pingsan [seumur hidup, gue belom pernah pingsan]. Akhirnya setelah beberapa saat, semua mereda. Tapi kaki gue masih gemeteran.

Hari itu gue bisa mengikuti ibadah [misa] sampe selesai dan pulang ke kost dengan selamat. Setelah misa, gue mampir ke toilet cewek di lobby Rumah Sakit Santo Borromeus untuk cuci tangan, karna sabun cuci tangan di situ wanginya enak. Gue suka [dan penasaran, merknya apa].

Lord, what was that?
I'm [still] afraid to die...


No comments:

Post a Comment